Tegak nya Khalifah

by - Rabu, Januari 18, 2017


Sumber WA Grup CopyPaste

NIIC adalah satu badan intelijen AS yang bertugas untuk mempetakan seluruh riak pergolakan di dunia, dan kemudian dengan data-data yang mereka kumpulkan, mereka membuat berbagai prediksi kira-kira bagaimana dunia di beberapa tahun ke depan. Dokumen prediksi ini kemudian akan mereka berikan ke Gedung Putih sebagai masukan agar AS bisa membuat kebijakan-kebijakan agar seluruh kepentingan mereka jangan sampai terganggu oleh pergolakan apapun di dunia.

Pada dokumen prediksi mereka yang dikeluarkan di tahun 2002, NIIC menyebutkan salah satu kemungkinan yang bakal terjadi, adalah kemungkinan tegaknya kembali Caliphate (Khilafah) di tahun 2020. Mereka dengan berani menyebut langsung tahun perkiraan tegaknya dengan menganalisa gejolak dunia Islam di tahun 2002. Padahal di tahun 2002, gaung penegakan Khilafah belumlah santer. Bahkan di Indonesia kayaknya belum ada terdengar.

Namun begitulah keakuratan data serta analisa dari pakar-pakar intelijen AS di NIIC. Terbukti kemudian, dari tahun ke tahun, sampai saat ini, gaung perjuangan penegakan Khilafah itu terus bertambah massif.

Tegaknya Khilafah bukanlah berita yang menggembirakan bagi AS yang merupakan negara imperialis (penjajah). Ini karena tegaknya Khilafah itu adalah ancaman nyata bagi berlangsungnya imperialisme mereka.

Bayangkanlah ada negara super power baru yang membentang dari Maroko di Afrika Barat sampai Merauke di Asia Tenggara. Negara besar yang menyatukan negara-negara kecil yang tadinya jadi lahan empuk buat penjajahan Barat (AS). Otomatis ini berarti hilangnya lahan jajahan mereka.

Hizbut tahrir adalah organisasi perjuangan penegakan Khilafah yang paling ditakuti AS. Ini dibuktikan ketika Ichsanuddin Noorsy, pakar ekonomi yang menceritakan pada Ust Rahmat Kurnia, DPP HTI, bahwa pernah Prof William Liddle, pengamat politik Asia dari AS menyatakn padanya bahwa organisasi yang paling ditakuti oleh Barat (AS) adalah Hizbut Tahrir.

Hal ini dikuatkan oleh pengalaman Ust Hisyam al-Baba, jubir HT Suriah, yang ketika mengunjungi Inggris utk menghadiri satu konferensi Khilafah yang diadakan HT Inggris, beliau dicekal di bandara. Beliau mempertanyakan pencekalannya dengan berkata :
" Kalian kan tahu HT bukanlah organisasi teroris bersenjata, kenapa saya masih dicekal ?."
Di jawab oleh aparat keamanan bandara :
" Iya, kami tahu anda bukan teroris. Tapi apa yang ada dalam otak anda itu (Ide penegakan Khilafah) lebih berbahaya (bagi kafir penjajah tentunya) dari senjata apapun."

Intinya, ketakutan Barat, karena memang yakin bahwa Khilafah itu, jika tidak dihalangi, besar kemungkinan akan berhasil tegak kembali. Karenanyalah mereka berupaya menstigmatisasi penegakan Khilafah serta organisasi-organisasi yang ingin menegakkannya dengan stigmatisasi buruk, radikal, mengancam peradaban dunia yang toleran dsbnya.

Namun hal berbeda terjadi di Indonesia.

Ketika disampaikan seruan penegakan Khilafah, sebagian rakyat Indonesia menanggapinya sebagai upaya utopis, mustahil, omong-kosong. HTI jadi bulan-bulanan disebut sebagai organisasi yang ngimpi, omong doang, teori doang, retorika melulu.

Ini menunjukkan, mereka tidak punya keyakinan sebagaimana NIIC, bahwa Khilafah itu bisa tegak, bahkan di tahun 2020. Namun anehnya, mereka yang tidak percaya sama sekali perjuangan p[enegakan Khilafah itu akan terjadi, dengan anehnya berusaha menghalang-halangi gerak HTI, sama dengan Barat yang menghalang-halangi gerak perjuangan penegakan Khilafah.

Kalau Barat (AS dan sekutunya) berupaya menghalang-halangi perjuangan penegakan Khilafah, itu masuk akal, karena mereka sudah menyatakan percaya Khilafah itu bisa tegak kembali, krenanya harus dihalang-halangi agar jangan sampai tegak.

Nah yang di Indonesia, gak percaya 100 % khilafah akan bisa tegak, tapi pada saat yang sama menghalang-halangi perjuangan penegakan Khilafah. 

Jangan-jangan ketidakpercayaan mereka akan bisa tegaknya Khilafah itu hanya di mulut, sementara dalam hati ada perasaan bahwa memang Khilafah itu bisa tegak kembali.                        

You May Also Like

0 komentar